Pantun – Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis-Jenis dan Contoh Pantun Dengan Penjelasan Lengkap

Posted on

Pantun merupakan jenis puisi lama yang terdiri dari empat baris yang terdiri sampiran dan bersajak a-b-a-b yang masih banyak digunakan hingga saat ini. Pantun banyak digunakan untuk bercanda gurau seperti yang diakukan oleh para pelawak atau untuk mengungkapkan isi hati kepada pasangan. Untuk lebih jelasnya, berikut ini akan kami jelaskan tentang pengertian pantun, ciri-ciri pantun, jenis pantun dan contoh pantun terlengkap.

Pengertian Pantun

Pantun adalah jenis puisi lama yang terdiri dari empat baris yang terdiri sampiran dan isi dengan bersajak a-b-a-b. Sampiran terletak dibaris pertama dan kedua, sedangkan isi terletak pada baris ketiga dan keempat. Pantun terdiri dari empat baris dan disetiap barisnya terdiri dari 8-12 sukuĀ  kata dengan irama indah dan mengandung makna penting.

Pantun sering digunakan untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan seseorang, dapat juga digunakan sebagai sarana hiburan, mendidik, dan untuk memberikan teguran kepada orang lain. Pantun sering digunakan oleh pelawak untuk bercanda gurau, digunakan dalam acara adat, mengungkapkan perasaan kepada pasangan dan sebagainya.

Ada juga beberapa ahli yang mengeluarkan pendapatnya mengenai definisi pantun. Berikut ini beberapa pengertian pantun menurut ahli.

Menurut Edi Warsidi dan Farika (2008:89), pantun adalah jenis puisi lama yang dikenal luas dalam berbagai bahasa di nusantara. Dalam bahasa sunda pantung disebut Paparikan, dalam bahasa jawa pantun disebut parikan, sedangkan dalam bahasa batak pantun disebut Umpasa.

Menurut Herman J. Waluyo (2005:32), pantun adalah puisi Melayu asli yang telah mengakar sejak lama di masyarakat Indonesia.

Menurut Kaswan Darmadi dan Rita Nirbaya (92008:77), pantun adalah jenis pisi Melayu yang tiap baitnya terdiri dari empat larik dengan sajak a-b-a-b, dengan larik pertama dan kedua berupa sampiran, sedang larik ketiga dan keempat adalah isi pantun.

Menurut R.O. Winsted, pantun adalah rangkaian kata indah yang digunakan untuk melukiskan perasaan, kehangatan cinta, kasih sayang, rindu, dendam yang ada dalam diri penuturnya.

Menurut Sutan Takdir Alisyahbana (2004:1), pantun adalah puisi lama yang telat dikenal oleh masyarakat Indonesia. Ia juga mendefinisikan, pantun terdiri dari empat larik yang setiap lariknya terdiri dari 4-6 kata atau 8-12 suku kata, dimana baris pertama dan kedua disebut sampiran sedangkanĀ  baris ketiga dan keempat disebut isi pantun.

Ciri-Ciri Pantun

Untuk membedakan dengan puisi lama, pantun memiliki ciri-ciri khusus, berikut ciri-ciri pantun, yaitu:

Memiliki Bait
Bait adalah rangkaian kalimat yang ada pada satu gagasan utama. Dalam tiap bait berisi untaian kata-kata yang memiliki ciri khas tersendiri. Pada pantun, setiap baitnya terdiri dari empat baris. Barisan kata pada pantung lebih dikenal dengan istilah larik.

Memiliki 8-12 suku kata di setiap baris
Pada awalnya pantung tidak dituliskan, dan hanya disampaikan secara lisan. Karena itulah setiap baris pantung dibuat sesingkat mungkin namun isinya tetap jelas. Karena hal tersebutnya sehingga setiap baris dalam puisi biasanya terdiri dari 8-12 kata saja.

Memiliki sampiran dan isi
Pada baris pantun memiliki sampiran dan isi, dibaris pertama dan kedua disebut sampiran atau pengantar pantun. Sedangkan dibaris ketiga dan keempat disebut isi yang merupakan pesan yang ingin disampaikan kepada pendengar atau pembaca.

Memiliki rima
Rima atau sajak merupakan kesamaan bunyi yang ada dalam puisi, untuk jenis pantun memiliki ciri khas rima yang bersajak a-b-a-b. Yang berarti ada kesamaan bunyi disetiap akhir kata pada larik.

Jenis-Jenis Pantun

Pantun Agama

Pantun agama adalah pantun yang isinya berhubungan antara manusia dan Tuhan yang isinya berupa nasehat atau pesan moral dengan nilai-nilai agama tertentu.

Contoh Pantun Agama

Burung pipit burung gereja
Entah mengapa selalu terbang tinggi
Sholat adalah tiang agama
Sholatlah kamu sebelum disholati

Pantun Anak

Pantun anak adalah pantun yang berhubungan dengan anak yang bertujuan untuk menghibur atau memberikan pendidikan bagi anak.

Contoh pantun anak:

Burung pipit terbang keutara
Terbang jauh berpetualang
Betapa hati riang gembira
Menyambut hari ayah pulang

Pantun Berkasih kasih

Pantun Berkasih kasih adalah jenis pantun yang berhubungan erat dengan kasih sayang pasangan yang bertujuan untuk menyampaikan perasaan kepada pasangannya.

Contoh pantun berkasih-kasih:

Pahlawan mati karena perang
Agar Indonesia bisa maju
Betapa rindu hati duhai sayang
Menunggu waktu untuk bertemu

Pantun Jenaka

Pantun jenaka adalah pantun yang digunakan untuk menghibur pendengar atau pembaca.

Contoh pantun jenaka:

Jeruk nipis jangan dibeli
Pasti rasanya asam sekali
Kusangka masih sendiri
Ternyata sudah memiliki istri

Pantun Kepahlawanan

Pantun kepahlawanan adalah pantun yang berisi semangat kepahlawanan.

Contoh pantun kepahlawanan:

Kemana perginya kucing persia
Sungguh sayang dengan tingkahnya
Mari amalkan isi pancasila
Sebagai tanda cinta bangsa

Pantun Nasehat

Pantun nasehat adalah pantun yang berisi himbauan atau pesan moral kepada pendengar atau pembaca.

Contoh pantun nasehat

Ketika jatuh jangan marah
Marah tak ada gunanya
Tetap berada dirumah
Agar aman dari corona

Pantun Teka-Teki

Pantun teka-teki adalah jenis pantun yang berisi pertanyaan untuk menghibur agar pendengar dapat berinteraksi dengan pantun tersebut.

Contoh pantun teka-teki

Anak kucing lucu bulunya
Tapi awas bisa menggigit jari
Coba apa jawabannya
Binatang pemilik tanduk di kaki?
(Jawaban: Ayam Jantan)

Itulah Pantun – Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis-Jenis dan Contoh Pantun Dengan Penjelasan Lengkap, yang dapat anda jadikan sumber referensi. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat.