Cara Perkembangbiakan Vegetatif dan Generatif Hydra Lengkap dengan Gambar

Posted on

Cara Perkembangbiakan HydraHydra adalah genus dari hewan air tawar kecil yang merupakan hewan pemangsa yang termasuk dalam filum cnidaria dan kelas hydrozoa. Hydra banyak ditemukan di air tawar yang bersuhu tropis dan tidak tercemar. Hydra juga termasuk hewan multiseluler yang memiliki tubuh berbentuk tabung dengan panjang tubuh sekitar 10 milimeter. Sehingga Hydra hanya dapat dilihat menggunakan mikroskop dan tidak bisa dilihat dengan kasat mata. Hydra berkembang biak secara aseksual dan seksual. Lebih jelasnya, simak penjelasan Cara Perkembangbiakan Hydra.

Klasifikasi Ilmiah Hydra

Kingdom : Animalia
Subkingdom : Eumetazoa
Filum : Cnidaria
Subfilum : Medusozoa
Kelas : Hydrozoa
Subkelas : Leptolinae
Ordo : Anthomedusae
Subordo : Capitata
Famili : Hydridae
Genus : Hydra

Cara Perkembangbiakan Hydra

Secara umum, hewan memiliki 2 jenis sistem reproduksi yaitu perkembangbiakan generatif (seksual) dan vegetatif (aseksual).

  • Sistem perkembangan generatif hewan dibagi menjadi tiga, yaitu ovipar (bertelur), vivipar (beranak), dan ovovivipar (bertelur dan beranak).
  • Sistem perkembangan vegetatif dibagi menjadi tiga, yaitu pertunasan, fragmentasi, dan membelah diri.

Hydra termasuk mahluk hidup yang sangat menarik, umumnya melakukan reproduksi secara generatif (aseksual) dengan cara mengembangkan tunas dari tubuh utamanya. Namun hydra juga bisa dapat bereproduksi secara Vegetatif (seksual).

Perkembangbiakan Vegetatif Hydra

Hydra melakukan perkembangan vegetatif secara bertunas yang akan dilakukan pada saat sumber nutrisi melimpah disekitar tempat hidupnya. Ketika sumber makanan melimpah, Hydra akan cenderung lebih memilih perkembangbiakan secara tunas. Perkembangbiakan vegetatif pada hydra dimulai dengan munculnya tunas kecil (kuncup) pada tubuh hydra dewasa.

Tunas kecil itu akan terus tumbuh dan berkembang menjadi organisme baru yang melekat pada hydra dewasa sebagai induknya yang ditandai dengan munculnya tentakel dan mulut.

Setelah tunas menempel pada induknya dianggap sudah dewasa dan mampu menangkap mananannya sendiri, selanjutnya tunas tersebut akan melepaskan diri untuk menjadi organisme baru. Umumnya tunas hydra baru memiliki ukuran 3/5 kali dari ukuran indukannya.

Perkembangan Generatif Hydra

Perkembangbiakan generatif pada hydra dilakukan ketika hydra dalam kondisi kekurangan makanan disekitar tempat hidupnya. Tahapan reproduksi generatif diawali dengan melepaskan sel sperma oleh hydra jantan melalu gonad jantan.

Selanjtunya sel sperma diterima oleh ovarium hydra betina, kemudian hydra betina melakukan pelepasan sel telur.

Biasanya proses pelepasan sel telur bersamaan dengan kematian hydra sendiri. Tahap selanjutnya adalah pembuahan yang akan menghasilkan zigot.

Zigot tersebut selanjutnya akan berkembang menjadi larva yang dapat berenang bebas (medusa).

Dari kedua perkembangbiakan hydra diatas, dapat diketahui jika Hydra mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi lingkungan, baik saat tersedia makanan ataupun tidak ada makanan. Dan Siklus hidup hydra sangat tergantung pada kondisi lingkungan dimana hewan tersebut hidup.

Fakta Unik Hydra

Hydra adalah salah satu hewan yang memiliki perkembangbiakan unik yaitu dengan cara membentuk tunas. Tunas baru yang terbentuk mulanya berbentuk tonjolan pada bagian tengah tubuh Hydra. Tunas baru tersebut semakin lama semakin memanjang hingga membentuk mulut dan tentakel, ketika tunas dewasa maka hydra akan melepaskan diri dari tubuh indukan.

Selain perkembangbiakannya yang unik, hydra juga memiliki beberapa fakta menarik lainnya. Berikut fakta unik hydra.

  1. Hydra termasuk hewan kecil dari phylum Cnidaria yang hidup di air di daerah iklim sedang dan tropis.
  2. Hydra memiliki bentuk tubuh seperti tabung dengan panjang 10mm dengan lubang mulut yang dikelilingi oleh 1 – 12 tentakel dan setiap tentakelnya memiliki fungsi untuk menangkap mangsa dan melindungi diri.
  3. Hydra memiliki dua lapisan tubuh yang bersifat diploblastic. Hydra bernafas melalui difusi melalui lapisan epidermis.
  4. Hydra memiliki jaringan saraf sederhana, tidak memiliki otak sebagai pusat syaraf dan hanya memiliki jaringan sel saraf saja. Jaringan tersebut yang menghubungkan indera peraba dan penglihat sebagai alat gerak tubuh dan tentakel.
  5. Ketika hydra terganggu, maka tubuhnya akan berkontraksi sehingga menyerupai gumpalan kecil.
  6. Hydra bergerak sangat lambat dan biasanya tubuhnya akan menempel pada tanaman yang terendam atau menempel pada batu.
  7. Hydra baru biasanya memiliki tubuh berukuran 3/5 dari ukuran induknya.
  8. Selain berkembangbiak dengan membelah diri, hydra juga berkembangbiak dengan caea seksual atau kawin.

Itulah informasi yang diberikan tentang Cara Perkembangbiakan Vegetatif dan Generatif Hydra . Terimakasih, semoga informasi yang diberikan bermanfaat.